Selasa, 15 Februari 2011

sistem perekonomian indonesia


NAMA             : NUR ARIFAH
KELAS           : 1EB11
NPM                : 28210906
PENGARUH KORUPSI TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI
Pendahuluan.
Selama beberapa damawarsa, dunnia terkesan oleh prestasi pertumbuhan ekonomi yang dicapai Negara – Negara korup . Korupsi dianggap tidak berkolerasi dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi.Sebab justru Negara – Negara korup yang pada dasawarsa 90-an menjadi Negara tujuan investasi utama antara lain Cina,Indonesia,Vietnam,Eropa Timur,dan Negara – Negara Eropa latin.Di kalangan pengusaha juga ada mitos bahwa menyogok pejabat adalah tindakan yang secara normative merupakan keharusan ,demi efektivitas, demi daya saing terhadap competitor.Mana bias dapat proyek kalau tak mau berkorban sesuatu? .Tapi kini terbukti bahwa korupsi yang menyebabkan high cost economy dan kesulitan pengendalian jumlah uang beredar menjadi factor penyebab terpenting dari krisis ekonomi.
Isi .
Bagaimana kaitan antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi ??
Bank dunia dalam World Development Report (1997) menunjukkan bahwa upaya menekan tingkat korupsi sangat menguntungkan bagi daya saing perekonomian suatu Negara.masalah korupsi,menurut bank dunia,memiliki kaitan erat dengan daya saing investasi.Bank dunia memakai empat kategori mengenai kaitan investasi dan korupsi serta tingkat kepastian (prediktabilitas)
1.    Ternyata di Negara dengan tingkat korupsi tinggi dan tingkat prediktabilitas rendah ,nilai investasi bruto terhadap Produk Domestik Bruto ( PDB) hanya 12,3 persen.
2.    Negara – Negara dengan korupsi tinggi tapi prediktabilitasnya juga tinggi memperoleh tingkat investasi terhadap PD yang lebih baik yakni,19,5 persen
3.    Negara dengan tinbgkat korupsi rendah dan tingkat prediktabilitas rendah mencatat rasio investasi terhadap PDB lebih baik yakni 2q,3 persen
4.    Rasio serupa di Negara dengan tingkat korupsi rendah dan prediktabilitas tinggi mencapai 28,5 persen
Dengan riset itu ,Bank Dunia mencoba mematahkan kesalahan aksioma yang tumbuh subur dikalangan bisnis,bahwa uang suap   merupakan minyak pelumas terhadap kelancaran praktik  bisnis .Nyatanya,menurut riset bank dunia terhadap kalngan bisnis di 69 negara,prediktibilitas bisnis tetap tinggi pada situasi dimasa korupsi ada pada titik rendah.
Yang jelas,paranya tingkat korupsi dapat mengganggu upaya peningkatan daya saing perekonomian menghadapi liberalisasi perekonomian global. Korupsi baik pada proyek pemerintah maupun swasta berkorelasi negative terhadap efisiensi. Proyek pemerintah dibidang infrastruktur yang pelaksanaannya tidak di tentukan melalui tender terbuka ,memiliki kemungkinan besar   untuk mngalami degradasi kualitas yang berdampak langsung pada umur ekonomis. Tentu saja itu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
DAMPAK DARI KORUPSI
Menurut presiden Bank Dunia ,James D wolfensohn,korupsi memiliki dampak besar terhadap situasi ekonomi dan sosial suatu Negara . Korupsimmenghambat pertumbuhan Ekonomi ,menghambat pemerataan sosial-ekonomi ,menyebabkan lemahnya fundamental ekonomi dan mempengaruhi tabungan dalam negeri. Secara politik korupsi juga dapat menjadi pemicu instibilitas yang serius.
Lebih dari itu korupsi juga menyerupai mekanisme subsidi dari kalangan msyarakat miskin kepada strata diatasnya. Potential Loss yang diderita perekonomian sebuah Negara akibat korupsi ,dinilai memiliki pengaruh terhdap pertumbuhan ketersediaan lapangan kerja dan poenerimaan pajak.jadi, akibat merebaknya korupsi ,bias saja pengangguran semakin sulit diselesaikan pajak progesif sebagai skema re-distribusi pendapatan, juga bias menjadi amburadul.
Menurut Masood Ahmed ,direktur pengurangan kemiskinan dan manajemen Bank Dunia, bahwa korupsi merupakan perintang utama pertumbuhan ekonomi dinegara Negara miskin.Korupsi membuat  para investor menyingkir. Bila korupsi dibiarkan, maka penduduk miskinlah yang harus membayar dengan harga tertinggi.
Pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini dilakukan oleh beberapa institusi:
1.    Tim Tastipikor (Tindak Pidana Korupsi)
2.    Komisi pemberantasan korupsi
3.    Kepolisian
4.    Kejaksaan
5.    BPKp
6.    Lembaga non – pemerintah : Media massa Organisasi massa(mis: ICW)
Beberapa sebab terjadinya korupsi

1.    Peninggalan pemerintah koloni
2.    Kemiskinan dan ketidaksamaan
3.    Gaji yang rendah
4.    Persepsi yang popular
5.    Pengaturan yang bertele tele
6.    Pengetahuan yang tidak cukup dari bidangnya
7.    Kelemahan moral


Upaya penanggulangan korupsi.

Korupsi tidak dapat dibiarkan berjalan begitu saja kalau suatu negara ingin
mencapai tujuannya, karena kalau dibiarkan secara terus menerus, maka akan
terbiasa dan menjadi subur dan akan menimbulkan sikap mental pejabat yang selalu
mencari jalan pintas yang mudah dan menghalalkan segala cara (the end justifies
the means). Untuk itu, korupsi perlu ditanggulangi secara tuntas dan bertanggung
jawab.

Ada beberapa upaya penggulangan korupsi yang ditawarkan para ahli yang
masing-masing memandang dari berbagai segi dan pandangan.
Caiden (dalam Soerjono, 1980) memberikan langkah-langkah untuk
menanggulangi korupsi sebagai berikut :

1.    Membenarkan transaksi yang dahulunya dilarang dengan menentukan sejumlah
pembayaran tertentu.
2.    Membuat struktur baru yang mendasarkan bagaimana keputusan dibuat.
3.     Melakukan perubahan organisasi yang akan mempermudah masalah
pengawasan dan pencegahan kekuasaan yang terpusat, rotasi penugasan,
wewenang yang saling tindih organisasi yang sama, birokrasi yang saling
bersaing, dan penunjukan instansi pengawas adalah saran-saran yang secara
jelas diketemukan untuk mengurangi kesempatan korupsi.
4.    Bagaimana dorongan untuk korupsi dapat dikurangi ? dengan jalan
meningkatkan ancaman.
5.    Korupsi adalah persoalan nilai. Nampaknya tidak mungkin keseluruhan korupsi
dibatasi, tetapi memang harus ditekan seminimum mungkin, agar beban
korupsi organisasional maupun korupsi sestimik tidak terlalu besar sekiranya
ada sesuatu pembaharuan struktural, barangkali mungkin untuk mengurangi
kesempatan dan dorongan untuk korupsi dengan adanya perubahan organisasi.

Penutup.

Korupsi memang merupakan persoalan yang multi-facet. Seseorang atau sekelompok orang dapat saja berpendapat bahwa praktek korupsi membuat mereka lebih baik secara ekonomi, namun dampak korupsi secara keseluruhan terhadap pembangunan ekonomi adalah negatif.
Beberapa riset yang terukur telah memberikan bukti bahwa negara-negara korup berada pada tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat. Korupsi membuat investasi domestik menjadi berkurang, menurunkan investasi asing, menggelembungkan pengeluaran pemerintah dan mendistorsi komposisi pengeluarannya untuk hal-hal yang tidak terlalu penting, sehingga preferensi masyarakat yang tercermin dari jasa publik yang diinginkannya tidak terpenuhi.



Sumber: Indra Ismawan,Dimensi krisi ekonomi Indonesia
M.dawam raharjo ,Perekonomian indonesia             
Saleh Wantjik. Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia.

Sabtu, 12 Februari 2011

sistem perekonomian indonesia

NAMA : NUR ARIFAH
KELAS :1EB11
NPM : 28210906
LIBERALISASI
BUKAN BERARTI KEMAKMURAN BERSAMA
 
Derasnya dorongan globalisasi dan modernisasi telah membawa sekian jauh masyarakat Indonesia untuk berkecimpung dan bersusah payah mengikuti perkembangannya. Perspektif sejarah eksistensi global dan modern mempunyai tujuan dan mendesakkan pada satu tipe paradigma sosial baik dalam wilayah ekonomi, politik, hukum maupun sistem-sistem sosial lain. Paradigma-paradigma tersebut nota bene telah berkembang dan menjadi budaya di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan negara Eropa Barat.
Arus globalisasi dan modernisasi telah sedemikian kuat membentuk satu paradigma bagi masyarakat dunia. Contoh paling sedehana adalah manusia modern mendefinisikan dirinya sebagai masyarakat yang mampu menyesuaikan diri dengan konstelasi dunia dan cara berfikir dunia. Eksistensi modernisasi menyebabkan terjadinya perubahan besar utamanya perubahan pada tingkatan lembaga-lembaga publik dan termasuk didalamnya sistem nilai, sikap dan pola prilaku masyarakat.

Globalisasi dan modernisasi dalam konstelasi lokalitas Indonesia harus disikapi dengan kehati-hatian. Bangsa Indonesia merupakan negara berkembang dan berada dalam transisi menuju Indonesia baru dan bermartabat yang dalam banyak hal mengalami kekurangan dan masih melakukan pembenahan diberbagai tempat. Eksistensi bangsa Indonesia sebagai negara berkembang harus disadari betul karena sangat mudah terjatuh pada arus imprealisme baru. Ironi yang terjadi adalah bangsa Indonesia tergadaikan kepada negara-negara maju yang berakibat banyak peraturan dan kebijakan yang menguntungkan negara-negara maju.

Disadari atau tidak globalisasi dan modernisasi tidak lain merupakan imperialisme global dan telah mengubah tatanan sosial masyarakat. Globalisasi berhasil mendesakkan mendunianya sesuatu yang berupa kapital, moral, ilmu, sains dan teknologi yang nota bene dikuasai oleh para komplotan negara-negara maju Amerika Serikat dan negara Eropa lainnya.

Effek yang paling jelas saat ini adalah terjadinya krisis moral yang diakibatkan oleh globalisasi. Moral religius sedikit demi sedikit dikikis oleh gelombang kapital global yang melanda kehidupan manusia sedunia. Manusia dalam kondisi global saat ini dibentuk menjadi homo homini lupus (manusia sebagai srigala) dan homo economicus (manusia ekonomi). Manusia dewasa ini seperti srigala yang memangsa terhadap manusia yang lainnya karena ukuran kemanusiaan terhadap manusia yang lain tidak lain dari sekedar dari tujuan ekonomi dan materi belaka.

Nilai yang kita agungkan dari prinsip persaudaraan, solidaritas, kesetiakawanan dan kebersamaan telah berubah menjadi nilai yang berorentasi materi dan ekonomi belaka.Semuanya sudah dihitung untung rugi. Konsep perhitungan untung rugi (Benefit cost ratio) merupakan supra struktur dan infra struktur sistem ekonomi neo yang nota bene berlawanan dengan sistem ekonomi kerakyatan yang dimiliki bangsa Indonesia. Konsep yang demikian merupakan sistem tatananliberal. Liberalisme merupakan sebuah konsep yang berwajah multi dimensi. Selain memiliki wajah geo politik ia juga memiliki wajah ekonomi dan budaya.
Pada awalnya, gagasan liberalisme sepintas masuk akal dan baik, sebab pada intinya merupakan pengembangan kebebasan individu untuk bersaing secara bebas sempurna di pasar, pengakuan kepemilikan pribadi sebagai faktor-faktor produksi serta penertiban harga pasar yang dilakukan oleh negara melalui perundang-undangan. Namun, seiring dengan munculnya IMF dan World Bank (lembaga alat negara maju), gagasan tersebut menjadi media yang ampuh melakukan imperealisasi terhadap negara-negara berkembang. 

Bagaimana dengan Indonesia? Bangsa ini telah melaksanakan agenda-agenda liberal sejak pertengahan tahun 1980-an yang nota bene melalui kebijakan deregulasi dan debirokratisasi, namun momentum Derasnya dorongan globalisasi dan modernisasi telah membawa sekian jauh masyarakat Indonesia untuk berkecimpung dan bersusah payah mengikuti perkembangannya. Perspektif sejarah eksistensi global dan modern mempunyai tujuan dan mendesakkan pada satu tipe paradigma sosial baik dalam wilayah ekonomi, politik, hukum maupun sistem-sistem sosial lain. Paradigma-paradigma tersebut nota bene telah berkembang dan menjadi budaya di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan negara Eropa Barat.

Arus globalisasi dan modernisasi telah sedemikian kuat membentuk satu paradigma bagi masyarakat dunia. Contoh paling sedehana adalah manusia modern mendefinisikan dirinya sebagai masyarakat yang mampu menyesuaikan diri dengan konstelasi dunia dan cara berfikir dunia. Eksistensi modernisasi menyebabkan terjadinya perubahan besar utamanya perubahan pada tingkatan lembaga-lembaga publik dan termasuk didalamnya sistem nilai, sikap dan pola prilaku masyarakat.

Globalisasi dan modernisasi dalam konstelasi lokalitas Indonesia harus disikapi dengan kehati-hatian. Bangsa Indonesia merupakan negara berkembang dan berada dalam transisi menuju Indonesia baru dan bermartabat yang dalam banyak hal mengalami kekurangan dan masih melakukan pembenahan diberbagai tempat. Eksistensi bangsa Indonesia sebagai negara berkembang harus disadari betul karena sangat mudah terjatuh pada arus imprealisme baru. Ironi yang terjadi adalah bangsa Indonesia tergadaikan kepada negara-negara maju yang berakibat banyak peraturan dan kebijakan yang menguntungkan negara-negara maju.

DAMPAK LIBERALISASI PERDAGANGAN DI INDONESIA

1. MENGURAS SDA
Liberalisasi bukanlah formasi ekonomi yang bersahabat dengan kesejahteraan Negara miskin.Liberalisasi modal memudahkan aliran modal asing untuk mengeksploitasi SDA dipedalaman.Masyarakat terasing hanya memperoleh imbas negative dari proyek eksploitasi itu.Contoh paling dramastis adalah ketersisihan suku Amugme yang habitatnya diaduk aduk PT Freeport untuk mencari tembaga,perak ,dan emas.Gerakan – gerakan radikal di pedalaman Irian Jaya – yang mnamakn diri OPM(organisasi papua merdeka)salah satunya dilandasi motif eksploitasi SDA ini.

2. MERUGIKAN PRODUKSI PETANI DOMESTIK
Perspektif ketahanan pangan dalam era liberalisasi perdagangan dicirikan oleh kecenderungan semakin meningkatnya pasok pangan dari pasar impor. Guna menghindari kinerja ketahanan pangan nasional yang semakin buruk diperlukan serangkaian kebijakan yang tetap mendukung prioritas pemenuhan kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, pengaturan perdagangan pangan yang tidak merugikan petani produsen dengan bias konsumen, serta ketegasan penerapan sanksi hukum untuk melindungi pasar pangan domestik dan kepentingan pelaku perdagangan, terutama petani produsen.Sehingga pendapatan petani menjadi berkurang karena pasok impor yg meningkat.

3. IMPOR LEBIH MENINGKAT DIBANDINGKAN EKSPOR
Laju pertumbuhan impor lebih cepat daripada ekspor dilihat dari koefisien error correction term impor .Dengan cepatnya penyesuaian yang dilakukan oleh impor dibanding ekspor maka kendala ekspor Indonesia berada pada sisi penawaran (supply side). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pendapatan luar negeri dan domestik sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekspor dan impor. Harga relatif yang mencerminkan daya saing memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekspor dan impor sehingga terbukanya akses pasar global dengan adanya liberalisasi mengimplikasikan bahwa daya saing perlu terus ditingkatkan.

SARAN KEBIJAKAN UNTUK MASALAH LIBERALISASI 

1. Kebijakan menjadi faktor yang penting dalam perkembangan ekspor dan impor. Oleh sebab itu, dalam merumuskan suatu kebijakan liberalisasi perlu diadakan perencanaan yang koordinasi bersama antara pihak-pihak terkait. Pemerintah harus bersinergi dengan kalangan bisnis supaya kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran.
2. Bea masuk yang berpengaruh terhadap impor mengindikasikan bahwa hambatan perdagangan berupa tarif maupun non-tarif perlu dihapuskan secara bertahap. Khusus bagi Indonesia, hambatan untuk menembus pasar ekspor di luar negeri bukan pada tarif rata-rata sebab tarif rata-rata di seluruh dunia sudah mengalami penurunan signifikan. Permasalahan timbul pada tarif eskalasi dan hambatan non-tarif. Akhir-akhir ini perdagangan dikaitkan dengan isu lingkungan. Hal-hal seperti demikian perlu dijadikan diperhatikan agar kinerja ekspor kita dapat tetap berjalan dengan baik.
3. Perlu adanya penguatan di sektor perbankan khususnya mekanisme pembiayaan untuk para eksportir dan importir. Sektor perbankan sangat penting perannya karena perbankan yang menghubungkan antara sektor riil dengan sektor keuangan.
4. Insentif kebijakan kepada eksportir juga perlu diterapkan dengan benar. Jadi, walaupun sudah ada perangkat kebijakan, pelaksanaannya juga perlu ditingkatkan lagi.
5. Insentif kebijakan kepada eksportir juga perlu diterapkan dengan benar. Jadi, walaupun sudah ada perangkat kebijakan, pelaksanaannya juga perlu ditingkatkan lagi.

SUMBER :Gatoet S. Hardono
Handewi P.S. Rachman
Sri H. Suhartini
Indra Ismawan

Selasa, 25 Januari 2011

BISNIS


NAMA                       : NUR ARIFAH
KELAS                      : 1EB11
NPM                           : 28210906
BISNIS
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

Bentuk dasar kepemilikan bisnis
Meskipun bentuk kepemilikan bisnis berbeda-beda pada setiap negara, ada beberapa bentuk yang dianggap umum:
1. Badan Usaha / Perusahaan Perseorangan atau Individu
Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi teknologi sederhana. Contoh perusahaan perseorangan seperti toko kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya.
ciri dan sifat perusahaan perseorangan :
- relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
- tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
- tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
- seluruh keuntungan dinikmati sendiri
- sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
- keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
- jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
- sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan
2. Perusahaan / Badan Usaha Persekutuan / Partnership
Perusahaan persekutuan adalah badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih yang secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis. Yang termasuk dalam badan usaha persekutuan adalah firma dan persekutuan komanditer alias cv. Untuk mendirikan badan usaha persekutuan membutuhkan izin khusus pada instansi pemerintah yang terkait.
a. Firma
Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya.
ciri dan sifat firma :
- Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
- Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
- Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.
- keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
- seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
- pendiriannya tidak memelukan akte pendirian
- mudah memperoleh kredit usaha
b. Persekutuan Komanditer / CV / Commanditaire Vennotschaap
CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif.
ciri dan sifat cv :
- sulit untuk menarik modal yang telah disetor
- modal besar karena didirikan banyak pihak
- mudah mendapatkan kridit pinjaman
- ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
- relatif mudah untuk didirikan
- kelangsungan hidup perusahaan cv tidak menentu
3. Perseroan Terbatas / PT / Korporasi / Korporat
Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.
ciri dan sifat pt :
- kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
- modal dan ukuran perusahaan besar
- kelangsungan hidup perusahaan pt ada di tangan pemilik saham
- dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
- kepemilikan mudah berpindah tangan
- mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai
- keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
- kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
- sulit untuk membubarkan pt
- pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden
Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis dapat dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda. Satu dari banyak cara yang dapat digunakan adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan.
  • Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
  • Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
  • Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula: Waralaba
  • Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
  • Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
  • Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).
  • Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
  • Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.
  • Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.
Faktor penghambat kegiatan bisnis sebagai berikut :
1. Kurangnya pengalaman di dalam usaha
2. Tidak tepat atau cocok memilih jenis usaha
3. Minim perencanaan usaha yang tepat
4. Keuangan atau permodalan usaha kurang sekali
5. Tidak adanya ketertarikan pada bidang usaha yang sedang digelutinya
6. Tidak ada dukungan dari pemerintah daerah
7. Tidak mempunyai keahlian di dalam usaha
8. Lemahnya semangat kewirausahaan
9. Minder pada kemampuan diri sendiri.
Setelah melihat faktor penghamabat kegiatan bisnis berikut kami sajikan beberapa faktor pendukung kegiatan bisnis anda
Faktor-faktor pendukung kegiatan bisnis dijelaskan sebagi berikut :
1. Segi manusia
2. Segi keuangan
3. Segi permodalan
4. Menurut sumbernya :
  • Modal sendiri
  • Modal asing (modal luar)
5. Waktu penggunaannya
  • Modal pasif jangka pendek
  • Modal pasif jangka panjang
6. Segi organisasi
7. Segi Perencanaan
8. Segi mengatur bisnis
9. Segi  pajak dan asuransi
10. Faktor fasilitas pemerintah
11. Catatan bisnis yang meliputi antara lain :
  • neraca
  • laporan rugi / laba
  • perubahan modal perusahaan
  • banyaknya karyawan perusahaan
  • administrasi perusahaan
  • pemasaran dan penjualan
  • para pesaing
  • mitra bisnis
  • para pelanggan dan konsumen potensial
  • pasar yang dituju
  • banyaknya produk dan persediaan.

Rabu, 29 Desember 2010

tugas

NAMA : NUR ARIFAH
KELAS : 1EB11
NPM : 28210906


BISNIS ONLINE

Mencari Pekerjaan Sampingan
Mencari pekerjaan sampingan bisa dilakukan bila Anda bisa mengatur waktu atau Anda punya waktu untuk bekerja di tempat lain disamping Anda tetap bekerja di tempat Anda bekerja saat ini. Hal ini memang akan menambah waktu Anda untuk bekerja seperti mengambil pekerjaan diwaktu malam hari, hari sabtu maupun hari minggu. Mengurangi waktu Anda beristirahat maupun mengurangi waktu berkumpul dengan keluarga maupun teman-teman Anda. Tapi memang apa boleh buat, karena tujuannya adalah untuk meningkatkan penghasilan. Pilihan lainnya....
Memulai Bisnis Sampingan atau Bisnis Sendiri sambil tetap bekerja mungkin dilakukan.
Dahulu...memulai bisnis sampingan atau memulai bisnis sendiri hampir tidak mungkin dilakukan sambil bekerja, karena Anda tidak punya waktu untuk mengurusinya, karena pada awal memulai bisnis, Anda perlu mengawasinya, mengontrolnya bahkan mengerjakannya sendiri semua bisnis Anda karena bisnis Anda belum memberikan hasil untuk membayar karyawan untuk menjalankan bisnis tersebut, sedangkan Anda sendiri tetap perlu bekerja agar penghasilan yang sudah ada saat ini tidak nol....
Tapi zaman sekarang ini hal tersebut sangat bisa dilakukan. Memulai bisnis sampingan atau bisnis sendiri, bisnis yang Anda inginkan, bisnis yang Anda impikan dan bisnis yang bisa menghasilkan uang dan membebaskan Anda dari keadaan kekurangan uang dan juga membebaskan dari keadaan kekurangan waktu untuk diri Anda sendiri maupun keluarga Anda. Semua orang punya cita cita ingin memiliki bisnis sendiri, seringkali bingung bagaimana memulainya
Peluang Usaha atau Peluang Bisnis terbaik saat ini yang ada adalah Memulai Bisnis Online
menjalankan bisnis online. Mengapa?
Karena bisnis online tidak memerlukan kehadiran Anda disana untuk mengawasi bisnis Anda. Anda bisa tetap bekerja sesuai dengan pekerjaan Anda saat ini dan membangun bisnis online Anda, tidak perlu mengaji karyawan karena tidak memerlukan karyawan, tidak perlu menyewa tempat usaha, tidak perlu mengeluarkan modal banyak, tetapi cukup dijalankan dari rumah dengan sebuah komputer.
Ya, dari rumah tempat tinggal Anda sekarang ini atau sebenarnya bisa dari mana saja. Karena yang diperlukan sebenarnya hanya Anda perlu menggunakan komputer dan akses internet. Komputer dan akses internet pun bisa juga hanya menyewa tempat di warnet dengan biaya perjamnya.
 Lalu apa bisnis online itu, apa yang dikerjakan, apa yang dijual dan bagaimana bisa menghasilkan uang?
Bisnis Online adalah bisnis yang dijalankan secara online di internet. Prinsipnya sama seperti menjalankan bisnis offline, ada produk, ada jasa, ada nilai tambah yang perlu dijual agar bisa menghasilkan uang. Jadi bukan bisnis maya. Ada pertukaran antara nilai tambah dengan uang, tidak dengan sendirinya Anda mendapatkan penghasilan, tapi ada produk, ada jasa, ada nilai tambah yang perlu Anda jual untuk menghasilkan uang, sama seperti menjalankan bisnis offline. Tapi bedanya, bisnisnya dijalankan secara online di internet. Pemasaran dilakukan melalui internet dan pembelinya didapat melalui internet.
 Permulaan merintis bisnis online
Bisnis Online adalah bisnis yang dijalankan secara online atau melalui internet. Bisnis Online banyak macamnya sebagaimana bisnis yang kita kenal selama ini. Tapi secara umum Bisnis Online dibagi menjadi 3 jalur yaitu Bisnis Penjualan/Jasa, Pemasaran dan Periklanan. Untuk sukses di jalur manapun, inilah yang WAJIB di lakukan:
1. BUAT WEB BISNIS. Pebisnis Online perlu belajar bagaimana membuat blog dengan cepat dan mudah. Rekomendasi saya adalah WordPress yang sudah terbukti mudah diinstall, mudah digunakan dan paling aman dibandingkan mesin-mesin blog yang lainnya
2. SULAP[ MENJADI MESIN UANG. Berikutnya anda perlu belajar bagaimana membuat sebuah web penjualan seperti web toko online atau web affiliasi. Sebagai premium member cafebisnis, anda akan mendapatkan panduan cara membuat web toko online berbasis WordPress. Jika anda ingin memiliki web dengan system affiliasi sendiri
3. MENAJADI NO 1 DI GOOGLE. Web keren, fasilitas oke, produk mantap tapi kalau ndak ada yang tahu dan berkunjung sama aja bohong. Salah satu mesin penarik pengunjung paling mantap, gratis dan tertarget adalah Search Engine seperti Google. Setelah web jadi, tugas anda berikutnya adalah Menjadikan Blog anda Nomor 1 di Google.
 Macam Jenis Bisnis Online Yang Menghasilkan Uang
Ada berbagai macam pekerjaan Online atau bahasa kerenya Bisnis Online Internet. Sebagian orang banyak yang belum mengetahui tentang bisnis yang bisa dijalankan di Internet. Sebenarnya banyak macam dan jenis pekerjaan atau bisnis yang bisa di jalankan di Internet. Baik yang jenisnya serius atau cuman sekedar hoby yang bisa menghasilkan uang.antara lain :
1. Adsense Periklanan
Bisnis adsense atau iklan adalah bisnis yang berkaitan dengan pemasaran melalui internet. Cara kerjanya dengan menjual jasa dengan cara mengiklankan suatu bisnis / Jasa atau mengiklankan website perusahaan atau yang sejenis dengan maksud untuk mengenalkan suatu produk atau jasa atau jenis bisnis lainnya agar lebih dikenal dan memasyarakat.
Teknik atau cara kerja yang sering digunakan sebagai berikut :
• Memasang banner suatu website , produk atau website di website atau blog yang kita miliki.
• Memasang link situs suatu website yang dikenalkan di website atau blog kita.
Untuk bisa menjalankan bisnis ini tentunya kita harus mempunyai website atau blog yang akan kita jual space / tempat dimana kita bisa memasang iklan iklan tersebut.
Sedang cara kita mendapatkan client atau mitra bisnis ini yaitu :
• Dengan secara langsung negosiasi untuk menjual space iklan ke pihak penyewa tempat iklan
• Mendapatkan order pemasangan iklan tersebut dari perusahaan broker iklan atau pengepul iklan
2. Affiliate Marketing
Affiliate Marketing adalah pemasaran berbasis Internet praktek di mana imbalan bisnis satu atau lebih afiliasi untuk setiap pengunjung atau pelanggan yang ditimbulkan oleh upaya pemasaran afiliasi.
Dalam bahasa mudahnya kita membantu memasarkan suatu produk (Biasanya di sertai dengan memeberi penjelasan atau detail barang atau jasa yang dipasarkan) kita mendapatkan imbalan bila terjadi transaksi penjualan suatu produk atau jasa. Jadi kita membantu memasarkan suatu produk tanpa kita harus mempunyai atau membeli produk produk tersebut
Biasanya metode imbalanya adalah dengan persentase dari jumlah nilai transaksi yang terjadi.
Contohnya : Affiliate Marketing Amazon
3. Referral Business
Referral Business adalah merekomendasikan secara pribadi, mendukung, dan meneruskannya ke profesional yang berkualifikasi atau jasa yang dapat melayani kebutuhan mereka.
Referral Business sebenarnya hampir mirip dengan Affiliate Marketing, yaitu tugas kita adalah memberi arahan atau menunjukan kepada seseorang untuk membeli atau menggunakan suatu produk atau jasa melalu link referal bisnis yang kita miliki sebagai identitas Referral mitra kita.
Metode imbalanya biasanya ditentukan sejumlah nilai uang yang telah ditentukan oleh pihak mitra bussines kita setiap terjadi transaksi penjualan suatu produk maupun jasa.
Referral Produk /Jasa
• Bluehost Perusahan Hosting dan Domain USA
• Dijamin Murah Perusahaan Hosting dan Domain Indonesia
4. PTC (Pay To Click)
Pay To Clcik adalah bisnis yang menghasilkan uang dengan metode kerja dengan klik iklan. Jadi kita mendapatkan imbalan dari klik iklan yang kita kerjakan. Jumlah iklan dan besarnya imbalan ditentukan perusahaan PTC tersebut..
Contoh Bisnis PTC :
• Cash Lagoon
• OmniBux
Namun Bisnis PTC ini banyak yang scam atau penipuan dalam artian tidak membayar, jadi carilah informasi referensi Bisnis PTC cari informasi PTC tersebut Scam atau bukannya.
 Keuntungan Bisnis Online
Tak dapat diragukan lagi bahwa kini bisnis online memiliki prospek bisnis yang cukup besar. Peluang bisnis yang terbilang cukup mudah dan murah untuk dijalankan ini mampu memberikan keuntungan besar bagi para pelaku usahanya. Mulai dari berjualan barang maupun menawarkan jasa melalui toko online, hingga membantu penawaran produk sebagaireseller maupun affiliate banyak diminati para pencari usaha.
Sama seperti peluang usaha offline, bisnis online pun juga dapat memberikan keuntungan yang cukup besar. Baik keuntungan dalam bentuk materi maupun keuntungan tidak langsung misalnya berupa luasnya jaringan. Dalam menjalankan bisnis online, besar kecilnya keuntungan yang diperoleh tergantung oleh ketekunan serta optimalisasi website maupun media online yang digunakan.
Bisnis online banyak dijalankan oleh masyarakat, karena bisnis online memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh bisnis offline. Berikut beberapa keuntungan bisnis online yang menjadi daya tarik para pencari usaha :
1. Tidak membutuhkan modal usaha yang terlalu besar. Dalam menjalankan bisnis online, modal bukanlah hal utama bagi para pengusaha. Karena banyak peluang yang dapat dijalankan dengan modal kecil bahkan tanpa modal sama sekali, modal utama yang seharusnya dimiliki adalah fasilitas komputer dan adanya jaringan internet
2. Menjangkau pasar yang lebih luas dibandingkan toko offline. Keuntungan yang kedua dari bisnis online adalah, luasnya jangkauan pasar. Karena dengan jaringan internet, dapat membantu pemasaran bisnis yang Anda jalankan hingga mencakup semua daerah bahkan sampai ke lain negara. Yang dibutuhkan hanya optimalisasi penggunaan SEO, agar bisnis Anda mudah ditemukan konsumen
3. Biaya operasional yang cenderung lebih murah dibandingkan bisnis offline. Bisnis online dapat dikerjakan dari rumah, dan tidak terlalu membutuhkan biaya operasional yang terlalu tinggi layaknya bisnis offline
4. Memberikan keuntungan baik materi maupun non materi. Keuntungan materi yang diperoleh dari bisnis online tidak kalah besar dibandingkan bisnis offline, karena biaya operasional bisnis online yang cenderung masih rendah. Selain itu keuntungan non materi dengan bertambah luasnya jaringan, juga sangat membantu perkembangan bisnis online yang dijalankan
5. Waktu kerja bisnis online yang tidak terbatas, bahkan nonstop 24 jam. Karena dalam menjalankan bisnis online yang bekerja adalah sistem, sehingga tugas kita sebagai pemilik usaha hanya memberikan follow up atas permintaan yang telah diterima sistem
6. Mudahnya pelayanan yang diberikan kepada para konsumen, dengan fasilitas online yang mendukung. Misalnya untuk pembayaran dapat dilakukan dengan mencantumkan nomor rekening perusahaan Anda, sehingga hasil omset penjualan dapat langsung Anda terima.
 Faktor kegagalan dalam bisnis online adalah :
• Kebanjiran informasi tentang penawaran yang mengimingi-ngimingi mereka dengan berbagai kemudahan dan hasil melimpah, sehingga menyebabkan para pemula tidak fokus, ingin mencoba semua bisnis sehingga tidak ada yang berhasil. Ingat, mulailah dari apa yang anda sukai. Kemudian pilih yang termudah, terakhir pilihlah yang menghasilkan.
• Terlalu cepat Menyerah sebelum menghasilkan. Banyak orang yang padahal kesuksesan itu tinggal selangkah lagi, tapi malah menyerah. Jika anda menjalankan dari apa yang anda sukai, saya yakin anda tidak akan mudah menyerah! Misalkan anda suka jualan kaos, kemudian anda coba buka toko online kaos tersebut dan memasarkannya di internet.
• Tidak mau praktek.
• Males.
• Gampang frustasi.
• Terlalu menyepelekan.
• Tidak punya KOMITMEN dan PRINSIP yang kuat.
• Tidak Memperlakukan bisnis internet layaknya sebuah bisnis.
• Terlalu buru-buru ingin menghasilkan, tanpa kerja dan strategi.

Sabtu, 13 November 2010

ALL ABOUT FRANCHISING


DEFINISI FRANCHISING
Apa sebenarnya bisnis franchise (waralaba) ini? Franchising pada dasarnya adalah pembelian hak lisensi. Keuntungan bisnis ini karena adanya kerjasama atau hubungan bisnis yang berkesinambungan antara si pembeli hak lisensi (franchisee) dengan pihak yang lisensinya dibeli (franchisor). Franchising merupakan suatu persatuan lisensi menurut hukum antara suatu (manufaktur) atau perusahaan yang menyelenggarakan, dengan penyalur (dealer) untuk melaksanakan kegiatan. Dengan franchising perusahaan menjadi bagian dari suatu rangkaian yang besar, lengkap dengan nama, produk merek dagang, dan prosedur penyelenggaraan standar.
Sementara itu, menurut  PP No.16/1997  waralaba diartikan sebagai perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut, dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa. Definisi inilah  yang berlaku baku secara yuridis formal di Indonesia.
Dari berbagai sumber yang diperoleh ada beberapa tipe bisnis franchise (waralaba), yaitu:
1. Tradenamafranchising                                                                                                      
Franchise memperoleh hak untuk memproduksi. Seperti : PT. Great River memiliki hak untuk memproduksi pakaian dalam merek Triumph dengan lisensi dari Jerman.
2. Product distribution franchising                                                                                      
Franchise memperoleh hak untuk distribusi di wilayah tertentu, misalnya : soft drink, cosmetics.
3. Pure franchising/business format                                                                                   
 Franchise memperoleh hak seluruhnya, mulai dari trademark, penjualan, peralatan, metode operasi, strategi pemasaran, bantuan manajemen dan teknik, pengendalian kualitas, dll. Umpamanya restaurant, fast food, pendidikan, dan konsultan.                                      
 Franchise alias waralaba merupakan peluang bagi wiraswastawan untuk masuk dalam usaha dengan memanfaatkan pengalaman, pengetahuan, dandukungan dari pemberi franchise. Sering wiraswastawan memulai usaha baru, kecil kemungkinannya usahanya akan berhasil. Dengan franchise,wiraswastawan akan dilatih dan didukung dalam pemasaran usaha dan akan menggunakan nama yang telah mempunyai citra yang mapan.Orang yang menghadapi situasi yang mendesak untuk memiliki usahanya sendiri mungkin akan merasa bahwa franchise adalah pemecahan yang paling mudah. Akan tetapi terdapat beberapa resiko penting pada hal tersebut di atas.
Resiko Investasi Dalam Usaha Franchising.                                                                  
Usaha franchising melibatkan banyak resiko yang harus diketahui oleh para wiraswastawan sebelum mereka mempertimbangkan investasi demikian.Kita mendengar McDonald, Kentucky Fried Chiken, namun setiap ada yang berhasil tentu ada yang gagal. Usaha franchising membutuhkan kerja keras dan tidak cocok untuk orang pasif. Usaha ini membutuhkan kerja
keras karena keputusan usaha seperti penarikan tenaga kerja,penjadwalan, pembelian dan akuntasi tetap menjadi tanggung jawabfranchise. Langkah-langkah yang bisa diambil untuk menurunkan atau meminimalisasi resiko investasi dalam franchising.
1. Melakukan evaluasi diri.                                                                                                 
Wiraswastawan hendaknya melakukan evaluasi sendiri untuk meyakinkan bahwa memasuki usaha franchising adalah tepat bagi dirinya. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut akan membentuk, menentukan apakah keputusan yang diambil tepat.
- Apakah anda orang yang suka memulai usaha sendiri?.
- Apakah anda menikmati kerja dengan orang lain?.
- Apakah anda mempunyai kemampuan untuk menyediakan kepemimpinan pada
mereka yang akan bekerja kepada anda?.
- Apakah anda mampu mengoperasikan waktu dan orang-orang yang bekerja
dalam bisnis?.
- Apakah anda mempunyai inisiatif untuk meneruskan usaha ketika usaha
mengalami kenaikan atau penurunan?.
- Apakah anda mempunyai kesehatan yang baik?.
2.Menelitifranchise.                                                                                                                              Tidak setiap usaha franchise tepat untuk anda.Wiraswastawan harus mengevaluasi usaha franchise untuk memutuskan mana yang paling tepat. Sejumlah faktor yang harus dinilai sebelum membuat keputusan akhir adalah :
 a.Usaha franchise yang mapan dan belum mapan. Terdapat banyak keuntungan dan kerugian dalam melakukan investasi pada usaha franchise yang mapan dan belum mapan. Investasi pada usaha franchise yang belum mapan akan merupakan investasi yang tidak mahal. Akan tetapi, hal ini diimbangi dengan resiko yang besar. Penerima franchise mungkin melakukan kesalahan yang berakibat kegagalan usaha. Reorganisasi konstan akan menyebabkan kebingungan dan miss manajemen. Akan tetapi, investasi pada usaha franchise yang belum mapan merupakan tantangan yang bisa mendatangkan keuntungan yang besar ketika usaha tumbuh
dengan cepa Investasi pada usaha franchise yang sudah mapan akan mengurangi resiko kegagalan tetapi membutuhkan investasi finansial yang sangat besar. Akan tetapi harus diingat bahwa akan senantiasa ada resiko, bahkan pada usaha yang sudah mapan

b. Stabilitas finansial dari usaha franchise. Pembelian franchise oleh
para wiraswastawan hendaknya dilakukan sesudah dilakukan penelitian stabilitas finansial dari pemilik franchise. Terdapat banyak factor yang akan membantu wiraswastawan menentukan stabilitas dan kemampuan mendatangkan laba dari organisasi usaha franchise dalam jangka
panjang. Pertanyaan berikut bisa ditanyakan oleh penerima franchise atau ditentukan dari sumber alternatif.
- Berapa banyak franchise dalam organisasi?.
- Bagaimana keberhasilan tiap-tiap anggota organisasi franchise?.
- Apakah sebagian besar keuntungan dari franchise merupakan fungsi
dari imbalan dari pemjualan franchise atau dari royalti yang
didasarkan pada keuntungan dari penerimaan franchise?.
- Apakah penerima franchise mempunyai pakar manajemen dalam bidang
produksi, keuangan dan pemasaran?.
Informasi di atas bisa didapatkan dari laporan rugi laba organisasi franchise. Tatap muka dengan pemilik franchise juga bisa mengungkapkan citra sukses dari organisasi.

c. Pasar potensial bagi usaha franchise. Adalah penting bagi wiraswastawan untuk mengevaluasi daerah pasar dari mana pelanggan akan tertarik dengan franchise baru. Satu cara mudah adalah dengan peta komunitas atau daerah setempat dan mencoba mengevaluasi arus lalu Lintas dan demografi penduduk daerah tersebut. Informasi arus lalu lintas bisa diamati dengan mengunjungi daerah tersebut. Arah arus lalu lintas, kemudahan masuk dalam usaha, dan jumlah arus lalu lintas bias diperkirakan dari pengamatan. Demografi daerah ditentukan dari data
sensus. Perlu juga menemukan lokasi pesaing di daerah yang mungkin mempunyai pengaruh potensial terhadap usaha.Jika pembeli franchise bersedia dan dana juga tersedia, akan sangat
membantu mengadakan riset pemasaran di daerah pasar. Sikap dan minat dalam usaha baru bisa dinilai dalam riset pemasaran. Jika sumber daya tidak tersedia bagi studi riset pemasaran, bisa dilakukan riset oleh perguruan tinggi setempat sebagai bagian dari proyek studi.
d. Keuntungan potensial bagi franchise baru. Sebagaimana halnya dengan usaha pemula, penting untuk mengembangkan laporan pendapatan, neraca, arus kas proforma. Pemberi hak hendaknya memberi proyeksi untuk menghitung informasi yang dibutuhkan.
Keuntungan dan Kerugian Franchising
Keuntungan bisnis franchising antara lain:
-          Bantuan keuangan dari franchisor.
-          Brand name dan reputasi.
-          Bisnis sudah terbangun
-          Standarisasi mutu.
-          Biaya produksi rendah.
-          Kesiapan menajemen.
-          Bantuan manajemen dan teknik.
-          Profit lebih tinggi.
-          Perlindungan wilayah.
-          Memperoleh manfaat market research dan product development.
-          Risiko gagal kecil.


Kerugian Franchising
-          Program latihan franchisor terkadang jauh dari harapan.
-          Franchisor hanya sedikit memberikan kebebasan.
Jenis-Jenis Franchise.
Pada dasarnya terdapat tiga jenis franchise. Perbedaan mungkin ada sebagai akibat inovasi baru dalam bidang franchise. Satu jenis franchise bisa ditemukan dalam industri mobil. Di sini perusahaan manufaktur menggunakan hak franchise untuk mendistribusikan hasil
produksi mereka melalui dealer mobil atau sepeda motor. Dealer tersebut berfungsi sebagai toko eceran dari perusahaan mobil. Dalam beberapa hal dealer tersebut harus memenuhi kuota yang ditetapkan perusahaan, tetapi sebagaimana halnya dengan usaha franchise, dealer
mendapatkan manfaat dari dukungan periklanan dan manajemen dari perusahaan mobil. Jenis franchise yang paling umum adalah jenis yang menawarkan nama, citra, metode menjalankan usaha, dan lain-lain, seperti McDonald, Kentucky Fried Chiken, Dunkin Donuts. Banyak perusahaan pemilik franchise yang menawarkan jasa seperti agen pribadi, konsultasi pajak pendapatan, dan real estate. Jasa-jasa tersebut menawarkan nama-nama dan reputasi yang telah mapan serta metode menjalankan usaha. Dalam beberapa contoh seperti real estate,
penerimaan hak sesungguhnya telah mengoperasikan usaha, dan kemudian menjadi anggota perusahaan pemilik franchise.        
CONTOH FRANCHISE DI INDONESIA                
Franchise Lokal Fast food : Ayam goreng Ny Tanzil, California Fried Chicken, Beef Bowl, Isabento, Mister Bugger.
Restauran /café/bar: Ayam goreng Mbok Berek, Ayam goreng Ny. Suharti, Es teler 77, Delly Joy, King Friend Chicken & Steak, Laura Arfura, Mie Tek Tek.
Pizza/es krim/donut/cakes: Holland Bakery, Croisant de France, Nilla Chandra cakes.
Pendidikan : Primagama
Franchising Asing.
Fast Food: KFC, Texas Fried Chicken, Mc. Donald, A & W, Wendyis, H
Restauran/café/bar: Red Lobster, Panderosa, Sizzler, Hong Bin Lao, Black Angus, Fashion Café, Hard Rock
Pizza/es krim/Youghurt/donut: Pizza Hut, Round table pizza, Jolli Bee, Baskin, Robins, Dunkin Donuts, Swensens, Yogen Fruzz
Soft drink : Green spot, Coca Cola, Pepsi Cola,Gatorade
Jenis Usaha Potensial Waralaba
1. Produk dan Jasa Otomotif.
2. Bantuan dan Jasa Bisnis
3. Produk dan Jasa Konstruksi.
4. Jasa Pendidikan
5. Rekreasi dan Hiburan.
6. Fast food dan Take Away (Makanan siap saji).
7. Food Stalls (Stan Makanan).
8. Perawatan Kesehatan.
9. Jasa membersihkan
10. Retailing (Eceran).