UTANG LUAR NEGRI INDONESIA
SEMAKIN MENINGGI
Selama
lima tahun terakhir ini, utang luar negeri Pemerintah Indonesia meningkat
tajam. Data Bank Indonesia tahun 2012 menyatakan, jika tahun 2006 total utang
luar negeri Indonesia sebesar 132,63 miliar dollar AS, pada 2011 utang luar
negeri Indonesia telah membengkak menjadi 221,60 miliar dollar AS.
Oleh
sebab itu, rakyat harus mewaspadai perkembangan utang luar negeri tersebut. Demikian
diungkapkan anggota Komisi XI DPR, Arief Budimanta, Minggu (20/5/2012) siang
itu, di Jakarta.
"Kita
harus mewaspadai pertumbuhan utang luar negeri yang meningkat pesat lima tahun
terakhir ini. Pemerintah, mau tidak mau, harus melakukan transformasi kebijakan
utang dari yang hanya berbasiskan jasa keuangan atau utang untuk menutup
defisit atau utang untuk utang ke arah peningkatan produktivitas ekonomi riil
masyarakat di masa datang," tutur Arief.
Menurut
anggota Fraksi PDI-P yang memimpin Megawati Institute itu, utang luar negeri
Indonesia tahun 2011 didominasi oleh utang luar negeri pemerintah dan bank
sentral yang berjumlah 119,56 miliar dollar AS, dibandingkan dengan utang
swasta yang berjumlah 102,04 miliar dollar AS.
"Besarnya
jumlah utang Indonesia ternyata tidak menunjukkan korelasi signifikan terhadap
kualitas pertumbuhan ekonomi yang indikatornya ditunjukkan oleh perbaikan kualitas
pelayanan dasar kepada masyarakat," kata Arief.
Ia
mencontohkan infrastruktur energi dan transportasi, pendidikan, serta kesehatan
yang masih minim dan terbatas. "Posisi indeks pembangunan manusia
Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan Thailand dan Malaysia. Begitu
juga dengan daya saing dan kemudahan melakukan usaha atau doing business, itu juga
masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tersebut," ungkapnya.





